Embung Pandean Disulap Jadi Desa Wisata, Ekonomi Warga Karanganyar Ngawi Tumbuh Pesat

Ngawi – Kabupaten Ngawi terus menunjukkan kreativitas dalam mengembangkan potensi desa melalui inovasi masyarakat. Salah satunya adalah lahirnya Desa Wisata Embung Pandean di Kecamatan Karanganyar yang resmi diimplementasikan sejak 8 Februari 2024.

Inovasi ini berawal dari keresahan warga Desa Pandean terhadap potensi Embung Pandean yang belum tergarap maksimal. Embung yang awalnya hanya difungsikan sebagai cadangan air dan irigasi sawah, ternyata memiliki daya tarik alam, nilai edukasi, hingga peluang wisata yang besar. Sayangnya, sebelum inovasi ini dijalankan, embung belum memiliki fasilitas wisata, promosi yang memadai, maupun pengelolaan berbasis masyarakat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, masyarakat Desa Pandean bersama pemerintah kecamatan melahirkan inovasi “Desa Wisata Embung Pandean”. Melalui pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), embung kini disulap menjadi destinasi wisata multifungsi yang menawarkan panorama alam, edukasi pertanian, konservasi air, hingga wahana rekreasi keluarga.

Berbagai fasilitas penunjang wisata mulai dibangun, seperti taman bunga, gazebo, panggung budaya, area UMKM kuliner, spot foto, hingga wahana edukatif anak. Tak hanya itu, pemuda desa dan ibu-ibu PKK juga mendapat pelatihan digital marketing sehingga promosi wisata bisa dilakukan melalui media sosial, YouTube, dan kolaborasi dengan influencer lokal.

Dalam waktu enam bulan setelah inovasi berjalan, jumlah kunjungan wisatawan meningkat signifikan. Hal ini berdampak langsung pada perekonomian warga, mulai dari meningkatnya pendapatan UMKM kuliner, penyedia jasa parkir, pemandu wisata, hingga penyewaan wahana. Desa Pandean kini memiliki ekosistem ekonomi kreatif baru yang melibatkan pemuda, kelompok tani, karang taruna, hingga PKK.

Kepala Desa Pandean menegaskan, inovasi ini bukan hanya menghadirkan wisata hiburan, tetapi juga edukasi lingkungan dan pertanian. “Kami ingin Embung Pandean menjadi ikon wisata yang memberi manfaat ekonomi sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sumber daya lokal,” ujarnya.

Dengan pendekatan berbasis komunitas, Desa Wisata Embung Pandean diharapkan menjadi model desa wisata partisipatif yang dapat direplikasi oleh desa lain di wilayah Ngawi bahkan daerah lain di Indonesia.

Scroll to Top