Desa Campurasri, Kecamatan Karangjati, punya cara unik untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang mulai memudar akibat modernisasi. Lewat inovasi SARUNG SABLON (Sambang Lurung Sabtu Kliwon), warga diajak turun bersama membersihkan jalan, selokan, hingga memperbaiki fasilitas desa setiap Sabtu Kliwon. Program ini bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan gerakan sosial yang menyatukan semua lapisan masyarakat dalam satu aksi kebersamaan.
Dengan semangat guyub, program ini berhasil menghidupkan kembali tradisi kerja bersama yang sudah lama jadi identitas Campurasri. Tidak ada lagi perbedaan yang memisahkan, semua warga ikut bergerak—mulai dari perangkat desa, RT, RW, hingga pemuda dan ibu-ibu. Hasilnya langsung terasa: lingkungan jadi lebih bersih, masalah sampah dan banjir bisa teratasi cepat, dan hubungan antarwarga makin harmonis.
Kebaruan dari Sarung Sablon terletak pada kemampuannya menggabungkan nilai budaya lokal dengan kebutuhan nyata masyarakat. Selain mempercepat penyelesaian masalah lingkungan, program ini juga menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat tali persaudaraan, serta menciptakan desa yang sehat dan asri. Tidak heran jika kegiatan ini kini jadi agenda rutin yang ditunggu-tunggu, karena selain bermanfaat juga mempererat kebersamaan.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi pun turut mendorong inovasi seperti Sarung Sablon sebagai contoh nyata pembangunan berbasis masyarakat. Melalui program ini, Campurasri berhasil membuktikan bahwa menjaga lingkungan bisa sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Gotong royong ala Sarung Sablon kini menjadi inspirasi, bukan hanya bagi Ngawi, tapi juga bisa ditiru desa-desa lain di Indonesia.
