Ngawi — Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis kinerja melalui pengembangan aplikasi e-SAKIP. Dalam rangka mendukung penyempurnaan sistem tersebut, Sekretaris Bappeda Kabupaten Ngawi bersama Kepala Bidang Rendalev dan staf JFU mengikuti rapat reviu pembangunan aplikasi e-SAKIP yang diselenggarakan oleh Bagian Organisasi Sekretariat Daerah melalui Zoom Meeting.

Rapat ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Inspektorat serta tim pengembang aplikasi dari PT Lexion Indonesia. Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan berbagai fitur dalam aplikasi e-SAKIP agar semakin optimal dalam mendukung proses perencanaan, pelaporan, dan evaluasi kinerja perangkat daerah.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah poin penting disepakati sebagai bagian dari pengembangan aplikasi. Beberapa di antaranya meliputi penambahan fitur unggah Evaluasi SAKIP Triwulan, penyediaan kolom catatan pada setiap elemen evaluasi, integrasi Pohon Kinerja langsung dari dokumen perencanaan, penyesuaian Perjanjian Kinerja Kepala OPD dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) OPD, serta penyederhanaan proses unggah dokumen Renja/RKPD menjadi satu file dokumen.
Pengembangan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat fungsi e-SAKIP sebagai instrumen digital yang mendukung akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, perangkat daerah diharapkan dapat lebih mudah mengelola dokumen perencanaan, memantau capaian kinerja, serta melakukan evaluasi secara lebih tertib, efektif, dan sistematis.
Hasil rapat juga menetapkan beberapa tindak lanjut. PT Lexion Indonesia akan segera menindaklanjuti hasil reviu dan melaporkan progres pengembangannya pada minggu berikutnya. Selain itu, server aplikasi e-SAKIP dijadwalkan siap pada bulan depan dan akan disediakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ngawi. Rapat lanjutan bersama BKPSDM juga direncanakan untuk membahas skema kinerja individu pada aplikasi SMEP dan e-SAKIP melalui kegiatan desk aktivitas.
Dengan pengembangan ini, e-SAKIP diharapkan tidak hanya menjadi sarana administrasi digital, tetapi juga menjadi instrumen yang lebih efektif dan terintegrasi dalam mendukung peningkatan akuntabilitas kinerja pemerintah daerah. Kehadirannya sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih modern, terukur, dan berorientasi pada hasil pembangunan.